Tampilkan postingan dengan label kumpulan berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2012

Berita 2


Sekolah Immawati Mendapat Materi Gender
Sakinatudh Dhuhuriyah

YOGYAKARTA – Hari pertama Sekolah Immawati yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang AR Fakhruddin Kota Yogyakarta membahas materi tentang ‘Kosep Gender dan Pengarusutamaan Gender.’  Pengurus Sekolah Immawati mengundang Ane Permatasari, Ketua Pusat Studi Wanita (PSW) UMY sebagai pemateri utamanya.

“Banyak orang yang salah kaprah tentang arti gender, mereka mengartikan gender sebagai sebuah keharusan yang tertanam dalam diri laki-laki atau perempuan yang tidak bisa diubah. Anggapan bahwa seorang perempuan meski dia telah menuntut ilmu hingga perguruan tinggi, namun ujung-ujungnya dia pasti akan ke dapur juga (mengurus semua pekerjaan rumah tangga,red) masih sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ane Permatasari, Senin (17/10)

Padahal, lanjutnya, gender itu sebenarnya adalah sebuah konsep tentang peran dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki yang dibentuk hubungan sosial budaya dan dapat diubah. Jadi, permasalahan tentang perbedaan peran sosial antara perempuan dan laki-laki saat ini, merupakan hasil kebudayaan di mana mereka tinggal. Hasil dari kebudayaan sudah pasti memungkinkan untuk berubah, karena hal itu merupakan sesuatu yang berasal dari kesepakatan manusia.

“Anggapan bahwa perempuan itu lemah lembut, sopan, emosional, irasional, dan pasif, sedangkan laki-laki itu agresif, kuat, rasional, tidak emosional, berani dan aktif, itu semua adalah hasil budaya yang bisa berubah. Adapun jenis kelamin, perempuan bisa hamil, melahirkan dan menyusui, sedangkan laki-laki tidak itu semua adalah kodrat. Itulah sebenarnya yang membedakan antara gender dengan seks. Dan kodrat sudah jelas tidak bisa diubah, karena hal itu pemberian Tuhan kepada makhluk-Nya,” jelasnya.

Ane Permatasari mengibarat seekor burung yang patah satu salah sayapnya maka burung itu tidak akan bisa lagi untuk terbang. “Begitu pula dengan perempuan di negeri kita, jika hanya salah satu pihak (laki-laki, red) saja yang diuntungkan sedangkan yang lain (perempuan,red) tidak, maka nasib kita sama dengan seeokor burung yang sayapnya patah itu,” imbuh Ane Permatasri.

Sekolah Immawati ini merupakan program kerja baru yang dibuat pimpinan IMM cabang AR Fahruddin Kota Yogyakarta untuk para kader perempuannya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Immawati. Salah satu faktor kenapa Sekolah Immawati ini ada, adalah untuk menumbuhkan kesadaran gender di kalangan kader IMM sendiri,” kata Ketua Bidang Immawati IMM cabang ARFakhruddin, Vivin Permatasri, Senin (24/10). n 
berita ini ditulis dalam rangka pemenuhan tugas kuliah, & berita ini juga sudah di koreksi oleh dosen pengampu mata kuliah Teknik Reportase.



Selasa, 24 April 2012

kumpulan berita 1


 
IMM Adakan Acara Bedah Film Cin(T)a

YOGYAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Abdul Razak Fakhruddin kota Yogyakarta, mengadakan nonton bareng dan bedah film “Cin(T)a”, Jum’at (16/12). Acara nonton bareng dan bedah film ini dilaksanakan di ruang sidang gedung AR. Fakhruddin B lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Acara ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa UMY secara umum dan khususnya kader IMM dari UMY dan  STIKES Aisyiyah Yogyakarta.

Dalam rangkaian acara ini, Nurwanto, MA., M. Ed (Peneliti Pendidikan Islam dan Dosen Fakultas Agama Islam UMY) sebagai pembedah film menyatakan bahwa film-film yang beredar saat ini, memang memungkinkan untuk memuat unsur-unsur propaganda, baik itu mengenai agama atau kepercayaan, politik, atau hukum. Oleh sebab itu, beliau menyarankan untuk tidak serta merta secara langsung menerima dan membenarkan cerita atau substansi  yang disampaikan dalam sebuah film. Dan tindakan yang harus diambil oleh seorang muslim adalah dengan tetap mengkritisi segala sesuatu yang ditayangkan dalam sebuah film.
  
“Acara bedah film seperti ini bagus juga. Karena bisa memancing jiwa kritis kita sebagai mahasiswa. Kita juga diajak untuk mengambil nilai-nilai positif dan mengkritisi sebuah film, serta sebagai bahan renungan untuk kita,” ungkap Melawati, Kader IMM FAI UMY.

Sementara itu Rila, supervisor kegiatan ini mengungkapkan bahwa film yang dipilih untuk dibedah adalah film “Cin(T)a” karena film ini pernah mendapat penghargaan dari Eropa. Namun tujuan yang terpenting dari acara ini adalah meningkatkan nalar kristis peserta.