kumpulan berita


UMY Berupaya Bentuk Karakter Islam

YOGYAKARTA – Malam Tasyakuran dan Refleksi Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke-31 kali ini, mengangkat tema tentang pembentukan karakter Islam. Acara ini dimeriahkan pula oleh seorang motivator handal yang sudah tidak asing lagi didengar. Ary Ginanjar Agustian berbagi kekuatan untuk sukses membangun karakter Islam bagi para civitas akademika UMY, Rabu (29/02).

“Hari ini kita akan membuat nyata apa yang kita inginkan, dengan semangat yang membara. Dan tunjukkan pada dunia, di tanah ini, di kampus ini, UMY ini, akan melahirkan pemimpin-pemimpin kelas dunia,” kata Ary dengan suaranya yang lantang.

“Apakah kita sudah mencapai apa yang kita inginkan? Sebagus apapun strategi kita, maka kuncinya adalah eksekusi. Ketika kita berbicara eksekusi, maka sebelah kanan kita adalah budaya UMY. Keyakinan kita, keimanan kita yang membara, nilai kita, dan perilaku kita, inilah yang menjadi kunci apakah kita mampu melaksanakan semua strategi yang telah kita buat,”  lanjut Ary lagi.

Dan mengapa, lanjutnya lagi, kita tidak juga dapat berubah? Hal ini karena kita tidak pernah membawa misi yang berada disebelah kanan kita, yaitu keyakinan kita, nilai-nilai kita, dan perilaku kita.

Dalam kesempatan berikutnya, panitia difisi malam tasyakuran dan milad UMY yang ke-31, yang juga merupakan salah seorang dosen pengajar di Fakultas Agama Islam (FAI) UMY Ghoffar Isma'il, menjelaskam keinginan UMY yang masih belum tercapai.

“UMY sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, empat tahun yang lalu telah memperkenalkan Catur Darma. Bukan hanya Tri Darma yang mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Akan tetapi UMY menambahkan satu darma lagi untuk menciptakan Catur Darma, yaitu pembentukan karakter Islam. Dalam rangka itu maka seharusnya UMY ini memang sudah mulai mempunyai brand design untuk pembentukan karakter Islam ini. Apalagi dari segi jargon sudah menunjukkan Unggul dan Islami. Oleh karena itu, Catur Darma ini dikenalkan,” ungkap Ghoffar.

Dan untuk pak Ary ini, lanjutnya lagi, memang tepat beliau menjadi pemateri utama dalam acara tasyakuran dan refleksi milad UMY yang ke-31 ini, karena kaitannya memang dengan karakter Islam yang ingin kami bangun di UMY ini. Dan di Indonesia, salah satu lembaga yang memang konsen di bidang karakter adalah ESQ milik pak Ary ini. 

“Dan rencananya, pada puncak acara milad UMY kali ini kami juga akan mengundang Anwar Ibrohim dari Malaysia untuk pidato miladnya. Hal ini tidak lain adalah dalam rangka pengembangan UMY kedepan agar lebih baik, baik dari segi internal maupun eksternal,” imbuhnya lagi, Kamis (1/03).

reporter : Sakinah





 
Mahasiswa KPI UMY Silaturahim ke UIN
YOGYAKARTA –  Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI-UMY), Senin (21/11), melakukan silaturahmi ke KPI Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kunjungan ini untuk menjalin hubungan antar mahasiswa KPI UMY dan UIN Suka.

“Terima kasih atas kunjungan teman-teman KPI UMY, dan mudah-mudahan nanti jika ada waktu dan kesempatan, kami dari KPI UIN Yogya, Insya Allah akan mampir dan belajar juga ke KPI UMY. Dan kami harap kerjasama dan partisipasi teman-teman KPI UMY dalam Forum Komunikasi Nasional (FORKOMNAS). Forum ini terbuka untuk mahasiswa komunikasi se-Indonesia, “ kata salah seorang mahasiswa KPI UIN, Zaenal saat acara penutupan Studi Banding antara KPI UMY dengan KPI UIN di ruang Multimedia Gedung Serba Guna, Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin  (21/11).

Kunjungan mahasiswa KPI UMY ke KPI UIN Yogya ini, diselenggerakan selain untuk bersilaturrahmi tapi juga untuk untuk mendapatkan gambaran akan program radio komunitas yang juga dimiliki oleh KPI UIN. 
Di tempat terpisah,  Ketua Devisi Multimedia Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Syadah Khusniawati, saat ditemui di asrama mahasiswa, University Resident (Unires) putri UMY menyatakan sangat terkesan dengan kunjungan  ke KPI UIN Suka. Karena ada beberapa pengalaman baru yang bisa diperoleh dari silaturahim ini.

 “Sangat luar biasa, ternyata kami mempunyai sahabat di KPI UIN. Dan di sana kami dapati juga jumlah mahasiswa yang jauh lebih banyak dari kita. Selain itu, di setiap fakultas seperti Fakultas Dakwah, memiliki laboratorium sendiri. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan secara maksimal. Karena saat mereka telah mendapatkan teori dalam pembelajaran, mereka bisa langsung mempraktekkannya pada wahana laboratorium yang sudah tersedia” kata Syadah.

Sedangkan Ketua HMJ KPI periode 2011/2012, Winda Sulistyorini,  juga mengungkapkan rasa puasnya setelah melakukan studi banding. Bahkan ia juga bisa sangat maklum ketika KPI UIN bisa memperoleh mahasiswa yang lebih banyak dibanding KPI di UMY. Hal ini karena fasilitas mahasiswa di sana sudah terpenuhi, seperti adanya Laboratorium radio, televisi, fotografi, dan multimedia. “Jadi dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut KPI UIN memiliki daya tarik yang lebih dari KPI UMY,” ungkap Winda Sulistyorini.

Winda juga menyatakan, bahwa di sana mereka mendapati program jurusan yang menjurus pada tiga konsentrasi, yakni broadcasting,  jurnalistik dan fotografi. Mahasiswa bisa memilih salah satu dari program tersebut sesuai dengan keinginan dan kemampuan yang dimiliki. Jadi, tidak semua konsentrasi program dipelajari sehingga mahasiswa pun bisa lebih fokus.

“ Dan kami Insya Allah  akan menambahkan beberapa hal baru, tapi tentunya tidak terlalu muluk-muluk seperti di KPI UIN. Mungkin kami akan menambah program baru dalam radio kami, karena setelah kami melihat program-program radio yang dimiliki KPI UIN lumayan berbeda dengan program radio yang kami miliki. Dan kami juga akan memperbaiki program radio kami, karena kami rasa program radio kami masih belum jelas dan masih seperti radio komersil, sedangkan radio kami itu adalah radio komunitas,” imbuhnya lagi. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar