Jurnalistik berhubungan
erat dengan wawancara. Setelah pembahasan tentang wawancara beberapa waktu yang
lalu, saat ini akan coba saya tambahkan sedikit tentang wawancara dan penulisan
berita. Adapun wawancara itu terbagi dalam beberapa macam, diantaranya :
1.
Wawancara sosok pribadi
2.
Wawancara berita
3.
Wawancara jalanan
4.
Wawancara sambil lalu
5.
Wawancara telepon
6.
Wawancara tertulis
7.
Wawancara kelompok
Setelah seorang jurnalis
melakukan wawancara, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menuliskan
hasil wawancaranya dalam bentuk berita. Menulis berita tidak hanya asal
menuliskan, namun juga ada teknik-teknik penulisannya. Diantara teknik
penulisan berita tersebut ialah:
Dalam pola penulisan
Piramida Terbalik itu seharusnya:
Adapun maksud dari
Piramida Terbalik itu diantaranya adalah untuk memudahkan pembaca untuk segera
menemukan berita yang dianggap menarik.
Susunan berita itu
terdiri dari:
Judul berita itu
diupayakan harus memenuhi beberapa unsur dibawah ini:
Pada paragraf pertama lead
atau teras berita merupakan paragraf yang memuat fakta atau informasi
terpenting dari keseluruhan berita. Lead atau teras berita diupayakan terdiri
dari 4-30 kata dan harus mengandung unsur-unsur :
·
Atraktif : mampu
membagkitkan minat baca pada khalayak
·
Introduktif : harus bisa
menyatakan pokok persoalan yang dikupas dengan tegas dan jelas
·
Korelatif : harus bisa
membuka jalan bagi kemunculan kalimat untuk paragaraf kedua dan seterusnya.
·
Kredibilitas : mencerminkan
bobot akademis reporter dan media massanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar