TEORI
PERS OTORITER
Sebagaimana
telah kita ketahui, otoriter merupakan system atau gaya kepeminpinan
yang menitik beratkan pada penguasa. Seperti halnya sebuah Negara,
dalam Negara tersebut penguasa adalah pemerintah. Jika dikaitkan
dengan pers, maka suatu pers yang menganut system otoriter hanya akan
bergerak atas izin pemerintah dengan mengesampingkan hak-hak individu
dalam berpendapat. Setiap individu pasti mempunyai argument dan
opini dalam memaknai sesuatu, akan tetapi hal tersebut tidak bisa
diungkapkan secara mudah tanpa adanya izin dari pemerintah yang
berkuasa. Padahal, hak untuk memperoleh kebenaran adalah hak
individu, tetapi dengan adanya pemerintah yang otoriter hak tersebut
dibatasi sehingga indivudu tidak dapat memperoleh informasi kebenaran
secara mutlak.
Dalam hal otoriter ini, penguasa
seolah-olah menjadi yang paling benar dan tidak memiliki kesalahan,
karena setiap kesalahan yang dilakukan tidak ada seorang atau lembaga
yang bisa mempublikasikannya kepada masyarakat, sehingga masyarakat
tidak akan mengetahuinya, kecuali bagi jurnalis yang berani menentang
harus berani mengambil resiko. Sedangkan hal-hal yang bersifat
positif akan dengan mudah sampai ketelinga masyarakat, karena seluruh
media yang ada bertujuan untuk memenuhi kepentingan pemerintah.
Bagi
penguasa otoriter keaneka ragaman dalam berpendapat dapat
mengakibatkan konflik dan ketidakkesepakatan yang akibatnya sangat
mengganggu dan bahkan merusak kepentingan pemerintah. Cara yang mudah
untuk menyatukan keseragaman adalah dengan meminimalisir berita.
Hak-hak
individu atau masyarakat, khususnya untuk bebas mengungkapkan,
menyebarkan, dan mendapatkan informasi dari kebenaran fakta yang
tidak mendukung dengan gerak pemerintahan akan dikenakan sanksi,
akibatnya setiap seseorang yang ingin mengungkapkan sebuah berita
atau membuat sebuah media harus mempunyai Surat Izin Penerbitan yang
tentunya dalam pembuatan SIP tidaklah semudah membalikkan telapak
tangan, diperlukan proses dan keyakinan yang kuat dalam
melaksanakannya. Walaupun demikian, otoriter dalam pers mempunyai
sisi positif, diantaranya :
• Konflik dalam masyarakat
cenderung berkurang karena adanya pengawasan hal-hal yang dianggap
dapat menggoncangkan masyarakat.
• Mudah membentuk
penyeragaman/integritas dan konsensus yang diharapkan khususnya
secara umum pada negara sedang membangun yang memerlukankestabilan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar