Rabu, 28 Maret 2012

jurnalistik


TEORI PERS OTORITER

Sebagaimana telah kita ketahui, otoriter merupakan system atau gaya kepeminpinan yang menitik beratkan pada penguasa. Seperti halnya sebuah Negara, dalam Negara tersebut penguasa adalah pemerintah. Jika dikaitkan dengan pers, maka suatu pers yang menganut system otoriter hanya akan bergerak atas izin pemerintah dengan mengesampingkan hak-hak individu dalam berpendapat. Setiap individu pasti mempunyai argument dan opini dalam memaknai sesuatu, akan tetapi hal tersebut tidak bisa diungkapkan secara mudah tanpa adanya izin dari pemerintah yang berkuasa. Padahal, hak untuk memperoleh kebenaran adalah hak individu, tetapi dengan adanya pemerintah yang otoriter hak tersebut dibatasi sehingga indivudu tidak dapat memperoleh informasi kebenaran secara mutlak.
Dalam hal otoriter ini, penguasa seolah-olah menjadi yang paling benar dan tidak memiliki kesalahan, karena setiap kesalahan yang dilakukan tidak ada seorang atau lembaga yang bisa mempublikasikannya kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak akan mengetahuinya, kecuali bagi jurnalis yang berani menentang harus berani mengambil resiko. Sedangkan hal-hal yang bersifat positif akan dengan mudah sampai ketelinga masyarakat, karena seluruh media yang ada bertujuan untuk memenuhi kepentingan pemerintah.
Bagi penguasa otoriter keaneka ragaman dalam berpendapat dapat mengakibatkan konflik dan ketidakkesepakatan yang akibatnya sangat mengganggu dan bahkan merusak kepentingan pemerintah. Cara yang mudah untuk menyatukan keseragaman adalah dengan meminimalisir berita.
Hak-hak individu atau masyarakat, khususnya untuk bebas mengungkapkan, menyebarkan, dan mendapatkan informasi dari kebenaran fakta yang tidak mendukung dengan gerak pemerintahan akan dikenakan sanksi, akibatnya setiap seseorang yang ingin mengungkapkan sebuah berita atau membuat sebuah media harus mempunyai Surat Izin Penerbitan yang tentunya dalam pembuatan SIP tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, diperlukan proses dan keyakinan yang kuat dalam melaksanakannya. Walaupun demikian, otoriter dalam pers mempunyai sisi positif, diantaranya :
Konflik dalam masyarakat cenderung berkurang karena adanya pengawasan hal-hal yang dianggap dapat menggoncangkan masyarakat.
Mudah membentuk penyeragaman/integritas dan konsensus yang diharapkan khususnya secara umum pada negara sedang membangun yang memerlukankestabilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar